Melepas dan terus melepas.

Masinis meniup peluit untuk yang ketiga kalinya. Wanita dengan sepasang sepatu berhak, lelaki tanpa jaket, dan aku, tas di kedua bahu. Berlari mengejar pintu, berharap tidak ditutup. Terengah-engah, aku masuk. Ramai. Manusia berkulit putih. Kuning. Coklat. Hitam. Warna-warni tapi tidak bersama. Bagaimana? Malas bergegas ke kompartemen pertama seperti rutinitas, aku memilih untuk duduk di bangku… Continue reading Melepas dan terus melepas.