The Netherlands: the actual ending.

In the morning of the 31st of December 2015, I took a one-way flight from Amsterdam to Jakarta. I checked in 50 kilograms worth of suitcases. I remembered the 30 kilograms I brought five years ago, which are in no way a part of the 50. I thought of the physical things in the 30 I've thrown away,… Continue reading The Netherlands: the actual ending.

Advertisements

Melepas dan terus melepas.

Masinis meniup peluit untuk yang ketiga kalinya. Wanita dengan sepasang sepatu berhak, lelaki tanpa jaket, dan aku, tas di kedua bahu. Berlari mengejar pintu, berharap tidak ditutup. Terengah-engah, aku masuk. Ramai. Manusia berkulit putih. Kuning. Coklat. Hitam. Warna-warni tapi tidak bersama. Bagaimana? Malas bergegas ke kompartemen pertama seperti rutinitas, aku memilih untuk duduk di bangku… Continue reading Melepas dan terus melepas.

an end to something that could never last.

“Pokoknya intinya, kalo mau pacaran tetapi memiliki banyak perbedaan, lebih baik dipikir 1.000x. Dari pada udah terlanjur sayang tapi harus kepisah karena perbedaan :(” (“The point is, if you’re going to have a relationship with a lot of differences, you better think about it 1000 times. Because no matter how much you love them, it's going to… Continue reading an end to something that could never last.